Kamis, 16 Maret 2017

Bisa saja. Aku denganmu.

Bisa saja, cinta jatuh dari langit kearah dan tatap yang mana saja yang tak disangka-sangka.
Tatapan itu tahu bagaimana jantungku kehilangan kemampuan mengatur laju irama detaknya; setiap di dekatmu.

Terkadang, aku hanyalah sepenggal malam yang habis hanya dengar menerka-nerka kabarmu. seperti biasanya.
Memilikimu. aku tak ingin menjadi wanita yang paling beruntung. jika ternyata kau merasa merugi.
Terkadang aku jahil bertanya pada Tuhan, entah mungkin ini hanya penasaran saja. di lembaran-lembaran takdirku berikutnya, adakah tertulis beberapa pagi bersamanya?

Lalu aku pernah menunggu seseorang untuk percaya bahwa aku bukanlah kesia-siaan yang berikutnya.
dan semesta kembali membuatku hampir berhasil percaya.

Aku yang masih menyenangimu, terserah kau senang atau tidak. namun, akan tetap seperti itu. menyenangimu apa adanya. sampai kau sendiri yang menambahkannya.

Di hariku akan selalu ada musim kering, yang selalu pula menunggu hujanmu. yang terkadang engkau sembunyikan dalam bentuk senyum yang paling manis

Barangkali aku butuh seseorang yang paling percaya ada setinggi apapun khayalanku.
Dan diam-diam engkau mengamini di dalam hati kemudian ikut andil di dalamnya.

Aku perlu kamu. 
Aku sekedar ingin tahu bagaimana rasanya jika cinta, sayang, dan rinduku dipakai oleh orang yang memang aku ingin.
Di dalam hati, ada rasa yang ku jaga tetap menyala melewati musim apapun. 
Meski nanti entah sempat atau tidak kau nikmati hangatnya

Aku yang dipanah tatapanmu, hanya sebuah jantung. dengan debar lebih cepat dari waktu yang diperlukan mata untuk satu kali kedipan. 
Dan kesalnya sebab kamu adalah pelukan paling sulit yang pernah di taklukkan rinduku.

Kadang pagiku cukup oleh hal sederhana. 
Ketika terngiang senyummu dan merasakan debar-debar yang masih tetap sama.
Jatuh cinta membuat kita kadang mendadak pintar mengarang. 
Mengarang hal-hal baik yang belum tentu ada di diri seseorang.


---------------------------------------------------------------------
19:39 - 16 Maret 2017
dinginnya ruangan kerja tsuamiks yang sedang lembur.
perut keroncongan. namun, hati tenang. kesayangan sedang ada di jarak 10cm dari tempatku berdiri. 



withLove, 
hiksyanisanie. 

Rabu, 25 Januari 2017

Cita-Cita Seorang (Calon) Istri


apa cita-cita kamu setelah menikah dan menjadi seorang istri?
punya rumah besar? mobil keluaran terbaru? segera punya anak?
apa saja, selama baik, berdoa dan berusahalah terus untuk meraihnya.
Saya ?
Saya adalah perempuan yang bercita-cita menjadi seorang istri dan ibu yang baik,
yang bukan hanya mahir mengurus anak, rumah, dan suami.
tetapi juga bisa mencari uang untuk paling tidak menghidupi hobi sendiri. (Baca : belanja make up, buku, mainan gajah dan starwars)
Saya sih pengennya bisa mandiri, kalo kepengen apa-apa bisa sendiri, nggak harus minta apalagi merengek ke suami.
Biarlah dia cukup dipusingkan dengan biaya rumah tangga dan pendidikan anak, urusan kepengenan saya pengennya bisa saya penuhi sendiri.
Malahan, saya akan lebih senang kalo penghasilan saya bisa support suami juga.
Karena di bayangan saya, pernikahan itu semuanya harus ditanggung bersama.
Itu kan pengennya, semoga dikasih jalannya.

Udah, gitu aja? Nggak.
Saya pengen bisa nyiapin sarapan untuk anak-anak dan suami saya setiap pagi sebelum berangkat ke kantor.
Bisa pulang cepat untuk menyiapkan makan malam untuk mereka, atau sekedar snack di malam hari untuk menemani (calon) suami saya begadang nonton Juventus.
Bisa ngajarin anak saya bahasa Indonesia yang baik, bisa melindungi dan menjaga anak-anak saya dari konten Youtube yang isinya cuma "anjing, bangsat, peler, kontol, tete!".
Bisa nemenin anak-nak saya main setiap weekend, beli mainan, buku bacaan, berenang, jalan-jalan ke taman, jalan ke museum atau sekedar masakin Ikan Pallumara kuah kuning kesukaan (calon) suami saya.

Kalo belum punya anak?
Saya pengen menjadi istri yang bisa mendengarkan suaminya, muluknya...pengen bisa bantuin (calon) suami untuk menyelesaikan masalahnya.
Tapi kadang, kita punya keterbatasan, kan?
Jadi, kalo gak bisa bantuin, paling tidak saya bisa bikin dia merasa lebih tenang dan merasa semuanya akan baik-baik saja (walau kenyataannya tidak).
Saya ingin jadi istri yang setiap suami saya bangun tidur, saya sudah ada di depannya, membawa secangkir kopi hitam serta sebuah kecupan yang tak kalah hangat.
Saya pengen jadi istri, yang ketika suami saya pulang kerumah, saya sudah cantik dan wangi, sudah menyiapkan makan malam, sudah siap memeluknya dan mendengarkan bagaimana harinya berjalan.

Saya pengen jadi istri yang setiap malam sebelum tidur, bisa diajak berdiskusi soal pekerjaannya, atau soal vapor dan liquid incarannya. Saya pengen jadi istri yang bisa diajak bebodoran, tertawa bersama, karokean lagu-lagu zaman dulu, dengerin dia nyanyi sampai nge-growl walau suaranya pas-pasan dan berakhir dengan kami ketiduran. Saya pngen jadi istri yang tiap masuk angin atau tiap kakinya pegel-pegel, saya tinggal pijetin dan bikin teh anget, jadi gak ada alesan buat dia lari ke tempat pijit. Saya pengen jadi istri yang gak pernah lupa sama kewajibannya dan punya suami yang gak pernah lupa untuk memberikan hak-hak istrinya. Apa saja itu? Dikompromikan dahulu.

Banyak juga ya kepengennya :))
Lho, bukan hanya itu. Saya juga pengen jadi istri yang bisa bilang "saya punya" ketika dia sedang kekurangan, atau "saya kuat" ketika dia merasa lemah, atau "saya bisa" ketika dia tidak mampu. Bukan karena dia tidak sempurna dan saya menyempurnakannya, tapi karena saya ada untuk membuat hidupnya lebih mudah, bukan menyusahkannya. Karena sayapun gak sempurna, sayapun gak lengkap, saya cuma butuh seseorang yang bisa membuat hidup saya lebih ringan ketika beban sedang berat-beratnya. Pun dia.

Masih ada lagi?
Ada, dong.
Saya pengen jadi istri yang bisa dia ceritakan ke orang lain dengan mata berbinar-binar dan bibir yang tersenyum. Istri yang juga disayangi oleh keluarganya. Istri yang dengan bangga dia gandeng ke setiap undangan. Muluk ya?

Saya pengen begini, saya pengen begitu...
Saya gak perlu mempertanyakan apakah dia akan memperlakukan hal yang sama, karena dengan memutuskan untuk mengatakan "iya" saat dia melamar saya dihadapan seluruh keluarga besar kami, saya yakin kalau dia akan menjadi sebaik-baiknya suami, sepantas-pantasnya lelaki.

Bagi kamu yang punya keinginan yang sama dengan saya, yuk...
dari sekarang coba untuk memperbaiki diri dan memantaskan diri untuk kelak menjadi pendamping seorang lelaki. Dan untuk lelaki yang pengen punya istri baik, coba juga belajar bagaimana caranya menjadi suami yang layak.



with Love,
hiksyanisanie

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
H-10 menjelang Dia yang memilih saya menjadi calon istrinya akan mengucapkan janji dihadapan kedua orang tua dan dihadapan Tuhan saya.
Cobaan silih berganti, namun kekuatan hati dan doa telah menghantarkan kami sampai hari ini.
Tidak ada usaha yang berlebih, namun bibir dan hati lebih sering berucap ke langit. Berharap malaikat juga mendengar dan menyampaikan kepada Semesta. Sang Maha Pengatur segala apa yang kami rencanakan.

Persiapan yang selalu terasa kurang, undangan yang belum semua tersebar. Godaan iman yang berontak, pertengakaran kecil, insha Allah kami dapat lewati bersama menuju Februari penuh cinta. Insha Allah. aamiin...

Makassar, 25 Januari 2017 
23:05 PM - di bawah basah langit abu-abu.

Kamis, 08 Desember 2016

Perihal Aku Jatuh Cinta Padamu

Ada yang bilang, ketika jatuh cinta, kita tidak punya alasan mengapa kita mencintainya.
Aku percaya itu. Namun, belakangan aku befikir untuk mencari alasan tersebut lebih keras.
Aku ingin mendokumentasikan perasaanku ketika pertama jatuh cinta padamu.
Aku percaya bahwa perasaan itu berubah dari waktu ke waktu.
Kelak, ketika ada rasa yang berubah, aku ingin membacanya dan mengingat lagi rasa pertama kali aku jatuh cinta padamu.
Bukan, bukan ingin membuatnya dramatis.
Aku hanya ingin bertahan untuk seseorang yang sudah aku pilih.
Dan aku tidak Akan menyesali kalaupun tidak seperti harapanku jadinya.
Dan kalaupun aku dan aku berpisah, catatan ini akan membuat kita lebih bijaksana,
bahwa sepahit apapun yang nantiny kita tempuh, hal-hal manis telah lebih dulu mewarnainya.
Dan kamu pernah memberikan rasa ini kepadaku.
  1. Aku memiliki keyakinan yang kuat hanya dengan menatapmu. aku tidak memikirkan hal lain selain ingin mencintaimu dan rasa ini tidak kurasakan sendiri. aku merasakan energi yang sama, getaran yang kau berikan sama. bahkan lebih besar. bahwa kemudian kita memutuskan untuk jalan bersama, itu hanya formalitas. aku tahu, kau orang yang tepat untuk melangkah tanpa harus mengungkapkannya. aku memilihmu.
  2. Kamu membuatku yakin. meski belum banyak hal yang aku tahu tentang dirimu, dan belum banyak hal yang kau tahu tentang diriku, tapi aku yakin kita sama-sama punya kesediaan untuk saling mengenal lebih jauh memahami baik-buruk diri masing-masing. beradaptasi dengan hal-hal yang tidak terbayangkan sebelumnya. Kau membuatku yakin bahwa kita bisa saling menjaga, bahkan di awal kita saling mengenal. Kau mengajarkanku untuk tetap menjadi diri kita saat membuat perjalanan kita.
  3. Kau membuatku tersenyum. Kelakuan-kelakuan anehmu tanpa harus kau sengaja, sudah cukup membuatku tersenyum. Ketika kita jauh dan aku rindu, intatan tentang hal ini mungkin akan mengobati rasa rinduku. Aku bahagia karena kau membuatku tersenyum, hampir setiap hari.
  4. Aku merasa aman denganmu. Kau memang bukan orang yang romantis, buka orang yang berapi-api dalam mengekspresikan rasa cinta. Kau hanya memberikan aku rasa aman ketika aku didekatmu, bahkan ketika yang kita lakukan hanya diam. Dan aku rasa itu cukup.
  5. Bercerita tentangmu membuat mataku berbinar. Dari situ aku menyadari bahwa aku mengagumimu. Dirimu dengan kelebihan kekurangannya. Semua hal tentangmu, semakin aku mengetahuinya semakin itu semua membuatku bangga mengenalmu. tidak karena apa yang kau punya atau yang kau capai. Tapi, karena itu adalah kau, Sekarangku.




withLove, 
hiksyanisanie

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
23:30 WITA 
almost 2 hours since you've back to your home and prepare to your flight tomorrow
and i miss you already. 
8 December 2016, it's already 300days since we're together whether we apart. but it's so close goes to reach our dream one by one. keep praying and begging to Allah for blessing us wherever we are.
ailasyu, Mr. A :*