Selasa, 16 September 2014

write what you want to...

akhir-akhir ini banyak banget yang nanya, "gimana cara nulis di blog?" atau "nulis apa ya bagusnya?"
awal punya blog juga gitu...ribet banget sama pertanyaan seperti ini. karena awalnya saya hanya nulis di aplikasi wordsheet buat nulis. bukannya saya gak tau apa itu blog, cuma karena saya suka malu sendiri kalo tulisan saya yang sebagian besarnya adalah curhat pengalaman pribadi dan curhatan temen-temen saya. saya malu, semua orang bisa tahu hal yang paling privat sekalipun dari diri kita. 

mungkin karena sudut pandang saya yang berbeda saat itu, tapi makin kesini jadi nyadar sendiri. okelah saya bisa nulis apa saja tentang kehidupan, pengalaman saya secara gamblang, tapi gak semuanya harus diposting dong. saya bisa milih mana yang orang bisa tahu, itung-itung bagi pengalaman, sharing dari sudut pandang yang berbeda.

dan gak semua yang saya tulis adalah pengalaman pribadi saya, terkadang saya juga nulis pengalaman dari curhatan teman-teman saya, namun dari sudut pandang yang berbeda, seakan-akan saya yang ngalamin kejadian itu. karena kata orang bijak "kamu gak akan pernah ngerti perasaan orang lain seperti apa, kecuali kamu pernah ngalamin hal yang sama"

bener banget! pernah suatu ketika temen saya, curhat tentang "diselingkuhin" dia cerita sambil nangis2 gitu, sebagai pendengar dan temen yang baik saya cuma bisa memeluk dan bilang "udahlah sayang...sabar ya, aku ngerti kok gimana rasanya" dia langsung nanya "emang kamu pernah diselingkuhin?" aku jawabnya sambil senyum aja. Hahaha, selingkuh mah biasa, udah expert kalo aku mah! makanya aku berani ngomong gitu karena aku tau, dan emang bener-bener tau rasanya. 

nah, oke udah segitu bahas tentang curhat-curhatannya...
sekarang balik ke intinya. 
nulis itu sama aja sama cerita atau curhat ke sahabat kamu, bedanya kamu ngomong dan sharingnya itu lewat tulisan, tujuannya biar orang-orang ikut ngerasain apa yang kamu rasa, meski gak utuh. bisa juga orang lain yang belum pernah ngalamin itu jadi bisa lebih aware sama kehidupannya sendiri, referensi biar dia lebih siap ngadepin kejadian yang mungkin kamu pernah alami.

biarkan kamu nulis ngelantur, ngalir, nikmati aja setiap kata yang kamu pengen tulis. 
blog itu bebas kok, hampir sama sama twitter, selama kamu gak nyinggung hal yang berbau SARA, tenang aja. demokrasi, kita bebas juga nyampein pendapat kita secara bebas dan lugas di blog kamu. jangan terlalu parnoan. selagi kamu masih bisa mempertanggungjawabkan apa yang kamu tulis. dan yang paling penting kamu jangan lupa nyantumin identitas penulis yang kamu pinjem kutipannya. itu penting banget soalnya, kita sama-sama menghargai apa yang kita tulis.

next...apa lagi yang perlu kamu tulis? 
apa saja, bebas! kamu mau nulis pengalaman kamu jatuh cinta? mau nulis pengalaman pahit sekalipun, biarkan seluruh dunia tahu. yang penting kamu tahu batasan kamu sampai dimana bisa ceritain kehidupan kamu. jangan sampai kamu menceritakan semua hal, kamu butuh privasi juga loh!
kalo menurut aku sih, tulis apa saja yang bisa jadi referensi untuk orang lain.
Love. Live. Story.



selamat menulis,
@hiksyanisanie

Jumat, 05 September 2014

yang udah mepet aja masih bisa nyelip, apalagi yang jauh :")

ternyata hubungan yang kita jalin sama pasangan kita itu mirip banget sama mobil dijalanan. gak ada yang bisa menjamin, kecuali kedua dari mereka sama-sama komitmen dengan dirinya masing-masing. analoginya gini deh, mirip sama mobil yang lagi ngantri dijalan, misalnya mobil A,B, dan C. Meskipun segimana kamu mepetnya sama mobil A di depan kamu, gak buka celah kesempatan mobil C dibelakang kamu, tetep aja bisa diselip kalo kamu emang gak fokus dan gak komitmen buat ngejaga agar gak diselip yang lain. yang lebih parah dan agak sedikit gak sopannya, kalo udah nyelip, gak pake tanda-tanda sen lagi, main masuk aja. lalu kalau sudah begini, siapa yang harus mengalah, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? hayo mikir? pernah gak ngalamain kejadian begini pas kamu lagi berkendara? misalnya kamu adalah pengendara mobil B yang berada tepat dibelakang mobil A? ini adalah salah satu analogi buat yang pacarannya sering ketemu, sering bareng-bareng, banyak ngehabisin waktu sama-sama?

nah, jadi jangan pernah terlalu fokus sama seberapa intens waktu yang kalian sudah habiskan bersama-sama, lantas kalian tidak menjaga celah yang bisa saja kalian tidak sadari untuk bisa dan memungkinkan ada yang lain masuk diantara kalian? nikung tiba-tiba? yang deket aja bisa, kesempatannya sama besarnya dengan yang lagi LDRan, yang jarak dekat ajah bisa ada yang nikung, apalagi yang jelas-jelas jauh. 

Tapi gausah terlalu khawatirlah....
ini semua balik lagi, gimana kalian negajaga, fokus, saling menghargai, dan tetep ingat kalau kalian pernah sama-sama komitmen untuk saling sayang dan saling setia. sejenak kalian lupa, itu bisa berbahaya buat hubungan kalian loh! makanya, watch your step carefully!

banyak yang udah berpasangan, menjalin hubungan dengan orang yang dia sayangi, tapi bukan berarti kalian bersatu untuk menyatukan segalanya, ada beberapa hal yang memang kalian masih harus miliki masing-masing dengan kadarnya sesuai dengan kalian sendiri. salah satunya mencintai orang yang sekarang ada disebelah kamu (pacar atau suami atau istri), kalian itu dua makhluk yang sangat berbeda, selalu sulit untuk dicari kesamaannya. begitu pula kadar mencintai kalian, didalam pasangan selalu ada yang lebih dominan perasaannya ke pasangannya yang lain, gak pernah sama, dan bisa terjadi di laki-laki atau perempuan. 

nah, ada kalanya juga, kadar mencintai pasangan kita menurun, sebaliknya yang lain malah meningkat, bergantian ataukah sama-sama menurun. Lantas, kita harus ngapain?
kata orang-orang sih "aku pergi bukan karena aku sudah tidak dicintai lagi, tapi karena aku sudah tidak dibutuhkan"  jadi menjalin hubungan seseorang itu bukan hanya persoalan seberapa besar kalian saling mencintai, tapi juga seberapa besar kalian saling membutuhkan satu sama lain, seberapa kuat usaha kalian untuk saling bertahan, seberapa besar kalian untuk berusaha saling mengerti, dan masih banyak hal yang keduanya harus pikirkan baik-baik.

lihat saja orang tua kita yang masih utuh, mempertahankan pernikahannya bertahun-tahun, bullshit tentang cinta. pernah bertanya kenapa mereka masih bertahan dalam pernikahan? dimana mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi hanya dia yang berada disampingnya? orang yang sama? tidak bosan?
jawabannya pasti semua sama, karena mereka masih sama-sama saling membutuhkandan saling percaya, butuh apa? butuh segala hal. percaya apa? percaya kalo mereka masih bisa melalui semuanya, berdua. realistis. cinta itu hanya bertahan beberapa saat saja, mungkin perasaan sayang dan kasih yang tetap tinggal membantu mereka membangun pondasi hubungan yang lebih kuat lagi.

jadi, intinya...
hubungan itu akan baik-baik saja, apapun halangan dan cobaannya, ketika yang menjalin hubungan memang punya komitmen pada diri masing-masing kalau memang mereka akan tetap bersama.
"karena tidak ada yang lebih baik selain dua orang yang bertemu karena saling menemukan. sama-sama berhenti karena telah selesai mencari. tak akan ada yang pergi, karena tahu bagaimana sulitnya mencari"

saya menuliskan ini, bukan berarti saya telah berhasil membangun hubungan yang baik dengan orang yang saya sayangi. tidak. bukan bermaksud menggurui, hanya saja ingin berbagi. karena hubungan itu harus kedua-duanya, bukan salah satunya. karena itulah kita membentuk hubungan, untuk berdua. bukan bertiga atau sendiri. ini juga bahan pelajaran buat saya kedepannya.

hari ini, ketemu lagi sama sahabat saya yang masih galau berat menuju step-step prosesi adat pernikahan yang insya Allah akan segera dia jalani dalam waktu dekat ini. katanya mulai gak bisa tidur karena banyak hal, mulai dari gak nyangka kalo cowok yang setahun belakangan ini berhubungan dengan dia akhirnya ngajak nikah, kemudian mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan, siapa yang harus diundang, dan sebagainya. tiba-tiba insomnianya kambuh, hahaha. 

mulai banyak hal yang dia takutkan muncul dibenaknya hari ini, berawal dari curcol dan cerita-cerita pengalaman orang lain, ya namanya juga syndrom pra-nikah, ada-ada ajah! (berasa udah nikah aja :p)
thankyou, mocca for your time!


 nitey nite,
@hiksyanisanie