Selasa, 19 April 2016

sahabat adalah ...

assalamualaikum, 
whuaaaaa...sudah lama sekali baru dapet mood buat nulis. dan, malem ini saya pengen nulis tentang sahabat. dalam arti yang luas. 
kenapa dateng-dateng langsung nulis tentang sahabat? karenaaaa...lagi kepikiran aja sama mereka :) 
sesekali orang harus tau, betapa bersyukurnya saya. bisa jadi bagian dari hidup mereka. 


Sahabat bukanlah semata-mata. 

tidak sepele.
tidak biasa.
sahabat bukan cuma sekedar.
bukan hanya semata-mata.

sahabat itu sosok yang mengantongi sesuatu yang dipandang hati kita spesial.
yan pada dirinya melekat banyak keunikan.
dan pada diri seorang sahabat, biasanya kita menemukan kesamaan yang kita anggap luar biasa. perbedaan yang kita anggap biasa saja. 
sahabat adalah orang yang penting didalam hidup kita.
sahabat adalah sebaik-baiknya tempat untuk kia menumpahkan cerita, pula berkah yang melimpah.


sahabat juga adalah sasaran yang tepat untuk kita menularkan kebaikan, 
demikian pelengkap yang hebat untuk kita menciptakan keseruan.
Mata sahabat itu cermin yang istimewa, 
yang membuat kia melihat kekurangan kita berharga.
sahabat itu penolong, 
dan pembela,
pahlawan yang disampingnya kita merasa aman, 
tetapi juga memberontak yang didekatnya kita merasa hebat.


sahabat adalah penampung terbaik dari apa yang kita miliki, atas apa yang semestinya kita bagi.
sahabat adalah pendengar yang tidak mudah dilelahkan oleh keluh dan kisah,
pemerhati yang darinya sulit untuk kita menghindar.
sahabat adalah penegur yang tak pandang bulu, namun yang selalu paling punya alasan untuk memaafkan.


sahabat adalah petualang yang tak lupa kembali, 
dan pelupa yang tak terlupakan.
sahabat adalah komedian,
komedian pribadi yang kita punya, penghibur yang piawai, yang bahkan mampu membuat kita tertawa bahkan saat kita sedang membuat kesalahan.



sahabat adalah penyemangat.
Piala tercemerlang yang kita terima tanpa harus menjadi seorang pemenang. 
yang terkuat yang dapat mengangkat nama kita, sekaligus kendaraan yang terbuat dari tawa demi tawa.
Sekaligus sebagai rumah. yang terbuat dari tetesan air mata. 


sahabat adalah tokoh yang tak pernah lelah di ceritakan. 
Idola yang dianggap paling menyebalkan.
sahabat adalah pendukung yang suaranya paling keras, namun pendoa yang paling sunyi.
sahabat adalah pemegang rasa percaya. 
di kepalanya ada brankas rahasia.


sahabat adalah pejuang yang terkenal pengorbanannya. 
yang darahnya tertumpah bagi nyawa kita.
sahabatlah yang menyumbang banyak waktu dan tenaganya untuk kita.


sahabat adalah pengawal bagi mimpi-mimpi kita.
namun pelayan di kerjaannya sendiri.

sahabat adalah,
sahabat adalah,
ahh!
betapa tidak akan ada usainya aku mencoba menjelaskan apa arti sahabat.
sahabat adalah sahabat.
penghargaan yang di dunia ini aku ingin menjadi.


withLove,
hiksyanisanie

Jumat, 19 Februari 2016

aku... kepadamu...

aku tidak berjuang untuk memahamimu,
itu sia-sia.
aku berjuang untuk kesabaranku
aku lebih butuh itu, agar bersamamu tak menjadi sia-sia.
tak ada yang mudah, jika itu mengenai beranjak pergi dari rasa nyaman.
yang kau tahu hanya aku yang memang ingin pergi.
yang kau tahu luka, dan aku terpaksa.

tidak masalah jika jatuh cinta membuatmu merasa seperti terbang tinggi ke langit
asalkan kau tetap ingat pacarmu adalah manusia.
cara paling mudah supaya aku tak selalu menyakiti hatimu
adalah mengurangi khayalan bahwa aku pasti akan selalu membahagiakanmu.

sekelilingku terasa dingin dan kosong
ketika jantungku entah berdetak atau terhenti
ketika nadiku mengalirkan darah atau telah mati
seperti saat terakhir kali aku tersadar bahwa aku baru saja di patahkan

tanpa terasa, hidup mesti terus berlanjut sampai waktunya sudah,
meski tanpa sadar, banyak mimpi yang tak menjadi nyata, tak apa.
perihal bersama, yang paling membahagiakan itu adalah menjadi rasa cukup bagi seseorang
karena rasa nyaman bisa menyusul belakangan.

yakinku akan selalu ada pelita kecil diantara kegelapan
seperti kunang-kunang ini yang setidaknya berusaha menunjukkanku jalan pulang
agar jantungku kembali berdetak kemudian nadiku kembali bekerja
menuntunku kembali ke sadarku yang utuh

bukan, aku mencintaimu bukan untuk memaksamu
mengubah perasaan dari tidak mencintaiku
menjadi cinta
tapi jika kau perlu merasa mengubah perasaan itu,
lakukan karena itu memang maumu sendiri,
bukan karena aku yang sudah lebih dulu melakukannya.

seperti kecanduanku pada kopi,
pahit dan manisnya kunikmati saja,
tanpa harus merekayasa,
seperti itu aku ingin kecanduan padamu.



withLove,
hiksyanisanie

Selasa, 19 Januari 2016

Takdir dan Kehilanganmu.

Embun pagi memang tidak perlu warna untuk membuat daun jatuh cinta, tapi sayangnya daun juga tidak punya kuasa untuk mendekap embun terlalu lama. Bagian yang paling mudah dari melupakan adalah tidak lagi mengingat. Namun, bagian paling sulitnya adalah tidak lagi merasakan.

Sisa hujan dan kehilangan yang entah. seseorang yan memesan kerinduan dalam secangkir kopi. Kamu hanya rindu cahaya saat gelap, rindu pulang saat tersesat dan rindu dicintai saat ditinggalkan, itu kamu.

Kepadamu, aku memang ada maunya, mau sekali. Kau yang membantuku mencintai diri sendiri dan apapun kenyataan hidup yang kelak aku punya. Bedanya aku dengan lainnya, mereka ingin kamu bahagia. Setidaknya aku hanya ingin kamu benar-benar merasa hidup.

Andai mampu ku putar jarum jam, aku ingin kita bertemu. Jauh sebelum takdir menuliskan kehilangan, dan kita kehabisan waktu. Jarum jam patah, tetapi takdir tidak akan berubah. Waktu tetap berlalu, dan kita tak ada lagi kau dan aku.

Mari berpikir tentang kesialan, kau yang tak bisa benar-benar aku hilangkan, aku yang tak mampu kau lupakan, namun takdir memisahkan. Diri ini sudah tak lagi berduka, kepergianmu sudah ku tafsirkan sebagai takdir.

Ada kita dalam setiap sajak-sajak orang kehilangan. Seingatku, kau pernah menitipkan nafasmu pada puisi-puisiku, namun sejak saat itu hanya ada luka di ujung alinea. 
Jalan kecil berpasir menuju pantai, bau arak dan hiruk-pikuk musik malam, genggaman hangat dan kelelahan kita, masih kau ingat? Ingatan-ingatan tentang kau, kita dan luka. Lalu sajak paling sepi, ada.

Aku memeluk ingatan, kau mendekap kenangan, luka berputar tanpa usai, rindu hanya berupa sajak yang tak pernah usai. Kau, datanglah dalam ingatan, sebagai kerinduan atau kehangatan. Atau apapun selain kehilangan dan kesedihan.

Beberapa kehilangan mungkin akan kembali dipertemukan, sebagian luka akan dihilangkan, tetapi tidak ditempat yang sama. Mari, luangkan waktu sejenak untuk rayakan perpisahan bersama dua cangkir kopi, paling tidak ada sedikit rasa manis yang nanti kita simpan. 

Berjanjilah satu hal padaku, jika aku tak kunjung menemukanmu. Maka, temukanlah aku. Namun, aku tak kunjung menemukanmu, kau yang mencariku, takdir sedang senang melucu.




withLove, 
hiksyanisanie