perkenalkan,
namaku Lelaki Asing.
aku seketika hadir melalui sebait pesan singkat namun benar adanya,
aku yang mempunyai segudang kesibukan yang abadi,
aku yang begitu susah mengatur temu untuk sekedar menatap,
aku yang senang berada di lingkaran kesenangan yang kuciptakan sendiri,
aku yang sedang sibuk menata masa depan dengan hati yang sudah kuabaikan,
aku yang telah mengabaikan hati yang baru saja "mungkin" ditawarkan untukku
dan...
aku yang membuat perempuan berkerudung di ujung sana menabung rindunya setiap detik untukku.
withLove,
hiksyanisanie
Sabtu, 20 Juni 2015
Selasa, 02 Juni 2015
Hujan di Bulan Juni :")
Hampir pukul dua dini hari, malam hanya menyisakkan dingin yang candu bersama rintihan tetesan hujan.
kemudian, ada yang menumpang jatuh pada hujan, yakni Rindu.
sesuatu yang memaksaku menuliskan, lagi-lagi tentang kamu.
malam sedang membagi-bagikan rindu lewat tetesan hujan, namun sayangnya kamu selalu terlelap lebih dahulu.
hari ini masih milik malam, namun rinduku masih saja mengendap.
Hujan di bulan Juni,
kutitipkan rindu serta doa-doaku untuknya kemudian sampaikan pada langit,
biarkan langit berkonspirasi melalu semesta menyampaikan kerinduan yang diam-diam tumbuh bersama sebuah rasa.
kemudian, ada yang menumpang jatuh pada hujan, yakni Rindu.
sesuatu yang memaksaku menuliskan, lagi-lagi tentang kamu.
malam sedang membagi-bagikan rindu lewat tetesan hujan, namun sayangnya kamu selalu terlelap lebih dahulu.
hari ini masih milik malam, namun rinduku masih saja mengendap.
Hujan di bulan Juni,
kutitipkan rindu serta doa-doaku untuknya kemudian sampaikan pada langit,
biarkan langit berkonspirasi melalu semesta menyampaikan kerinduan yang diam-diam tumbuh bersama sebuah rasa.
lalu aku akan menemuinya disudut malam, entah doa ataupun pelukan.
Hujan di bulan Juni,
semoga setidaknya kamu dapat mengerti kenapa langit kembali menghadiahkan hujan untukku malam ini.
agar setidaknya rinduku bisa terasa oleh tanah kemudian aromanya menyusup ke penciuman serta dinginnya merengkuh tubuhmu yang segera kudekap melalui doa-doaku.
withLove,
hiksyanisanie
Rabu, 20 Mei 2015
Lelaki Asing dan Rindu yang Menyeruak
badanku lelah, semakin lelah...ketika ternyata bukan pelukmu yang terkembang, dan bukan kau yang menyeka keringat di dahiku, rindu.
bingung, harus gimana sebenarnya.
Lelaki asing yang kukenal, kini sulit lagi aku menemukannya, tidak di dunia nyata, setidaknya ada suara dan dia terkadang mampir sejenak lewat mimpi.
Rindu, adalah kasta teratas dari perasaan yang paling mudah dikenali, bukan?
Dialah yang hari demi hari, rindu yang membawaku selalu bergetar, seiring dengan percakapan itu. ada yang aneh antara aku dan kamu, lebih tepatnya padaku. apa yang membuat seketika rindu iti menyeruak ke permukaan?
komunikasi yang tidak begitu lancar, memang yang membuat rindu perlahan terbit. sementara, nampak seperti senja, tapi akan selalu kembali. kamu mungkin akan menghindar perlahan, tapi tolong hargai sedikit kerinduan yang disebabkan olehmu. kata orang, rindu ya...ketemu trus pelukan. aku tidak meminta banyak, melihatmu kembali dengan waktu yang cukup untuk aku meluapkan rindu meski hanya lewat tatapan.
kepada kamu yang sedang dirindukan, semoga kamu pernah dan betul-betul merasa dirindu, bukan lalu mengabaikan.
dimanapun kamu berada, siapapun yang berada disampingmu, tolong beritahu dia...jagakan kamu agar tetap baik-baik saja, setidaknya untuk saya.
kemudian, aku tersadar...
ternyata ada kerinduan yang tumpah ruah, lalu membuncah seketika mana kala pelukmu selalu yang ingin aku tuju.
malam ku semakin dingin, berharap ada setidaknya suaramu yang membungkus hangat telinga dan hatiku, setidaknya cukup untukku.
kemudian pagiku terbit, namun ternyata ada kamu yang masih lebih dulu dari pada matahari yang sedang mengitari mataku yang tersengat cahaya samar dari balik jendela dipenuhi rasa rindu.
aku sungguh tak tahan lagi dengan rindu yang menyiksa bagian dadaku.
lalu aku bercerita pada malam di pangkuan ibuku, tentangmu yang asing.
ibuku mengusap helaian rambutku, lalu berkata "rindu takkan pernah berkesudahan jika hanya dibibir dan dihati. adakalanya dia segera harus di jelaskan agar tidak menimbulkan goncangan yang lebih besar disekujur tubuh, ketika bertemu lalu kamu tak dapat berbuat apa-apa"
segera, dengan segera aku menyebutmu dalam hati, lelaki asing. sungguh, demi semesta yang mengatur kerinduan dalam jangka waktu, aku menyerah.
menyerah pada ketidakberdayaan hatiku menampung kemudian, membuat lututku bergetar setiap mendengar suaramu.
jika boleh kuminta satu hal padamu...
aku hanya ingin berada di pelukmu, sejenak sampai akhirnya rinduku habis. dan mulai saat itu, mungkin aku sudah kembali menabung rindu, untuk kamu yang kian asing.
withLove,
hiksyanisan
Langganan:
Postingan (Atom)